Forum Penyelamatan Lut Tawar (FPLT) menghimbau kepada masyarakat sekitar Lut Tawar dan wisatawan yang berkunjung untuk tidak membuang sampah ke danau
LOGIN   |   REGISTER   |    FORGET PASSWORD

   
Selasa, 30 Juni 2009 , 12:00:00

   
winbathin
Suasana penutupan MTQ XXIX di Gelengang MUsara Alun oleh Sekda Aceh Husni Bahri TOB, Senin (29/6) dihadiri puluhan ribu warga Takengon

MTQ XXIX Aceh Berakhir

Aeh Timur Juara Umum

Sekda Aceh:Pelaksanakan Syariat Islam Aceh Secara Gradual

 ASHAF:GAYOlinge

Takengon-MTQ XXIX Aceh di Takengon yang berlangsung sejak Tanggal 22-29 Juni ditutup secara resmi oleh Sekretaris Daerah Aceh Husni Bahri TOB, Senin malam (29/6) di Gelengang Musara Alun.

            Keluar sebagai juara umum adalah kontingen Aceh Timur dengasn total nilai 52, diikuti Kabupaten Aceh Besar dan di rangking ketiga Aceh Utara. Sementara tuan rumah Aceh Tengah berada di urutan enam.

            Peserta MTQ XXIX Aceh Pavorit putra adalah Abid Muhammad Bawas dari Aceh Tamiang dan peserta pavorit putrid diraih Farhatania dari Kabupaten Bireuen. Penutupan berlangsung sangat meriah dan diperkirakan dihadiri tidak kurang dari 50 ribu warga Dataran Tinggi Gayo yang memadati Gelengang Musara Alun dengan kondisi udara sangat dingin.

            Sekda Aceh, Husni Bahri TOB secara khusus , atas nama Pemerintah Aceh, memberikan apresiasi kepada Pemda Aceh Tengah yang telah berhasil melangsungkan MTQ XXIX secara sukses.

            Dikatakan Husni, MTQ XXIX boleh berakhir, namun pesan moral MTQ harus terus digemakan secara totalitas. “Bagi Aceh, Alqur’an adalah moralitas dalam segala hal”, kata Husni. Menurut Husni Bahri TOB yang pernah menjadi Penjabat bupati Bener Meriah setelah duresmikan menjadi kabupaten, seiring pemberlakuan syariat Islam di Aceh merupakan rahmatan lil a’lamin yang harus dilakukan secara gradual (bertahap) dan tidak boleh ada kekerasan dan anarkisme.

            “Kekerasan dalam penegakan syariat islam hanya akan merubah pandangan tentang islam yang sesungguhnya disampaikan dengan lembut dan damai. Rubahlah diri sendiri maka sejarah akan berubah”, tegas Sekda Aceh.

            Mengutip DR Yusuf Qardhawi, kata Husni, perubahan sesunguhnya bukanlah dengan kekerasan tapi dengan tindakan berbuat dengan metode Alqur’an dan sunah Nabawi yang dimulai dari diri sendiri.

            Masih menurut Yusuf Qardhawi, lanjut Sekda, kekerasan hanya dapat dilakukan dalam dua hal, yakni, melawan penjajah dan kekafiran. Pesan moral lainnya dari MTQ, ujar Sekda, adalah perubahan birokrasi Pemerintahan Aceh dengan mengedepankan kejujuran, bukan ketamakan dan keangkuhan.

            Ketua Pelaksana MTQ XXIX Aceh, Drs H Djauhar Ali, dalam kesempatan penutupan MTQ menyatakan bahwa semua tahapan  dan cabang MTQ berlangsung dengan lancar tanpa hambatan karena kerjasama semua pihak sehingga MTQ sukses.

            Diterangkan Ketua MTQ yang juga Wakil Bupati Aceh Tengah ini, selama MTQ juga dilakukan kegiatan lainnya, seperti Seminar Alqur’an, Sosialisasi Alqur’an lewat Quis, bahkan melakukan darma wisata bagi kontingan serta Dewan Hakim.

            Ketua MTQ berharap terjadi silaturrahmi setelah MTQ berakhir dan Alqur’an menjadi teman karib. Perwakilan kontingen MTQ XXIX dari Aceh Besar yang juga menyampaikan kesan dan pesannya. Menurut perwakilan kafilah dari 23 kabupaten / kota di Aceh ini, kegiatan MTQ di Aceh Tengah berlangsung sangat rapi dan penuh rasa persaudaraan dengan dukungan warga yang sangat antusias di setiap momen kegiatan MTQ.

            Perwakilan kontingen juga menyatakan paresiasi dan penghargaan atas sambutan dan fasilitas bagi peserta MTQ. “Tuan rumah MTQ ke 30 harus belajar dari kesuksesan tuan rumah Aceh Tengah”, kata perwakilan kontingen ini.

            Bupati Aceh Tengah, Ir H Nasaruddin MM, selaku tuan rumah menyatakan rasa syukur dan terima kasih atas pertisipasi semua pihak yang telah menyukseskan MTQ. Bupati menyatakan rasa bahagia dan permohonan maaf jika selama MTQ ada hal yang tidak menyenangkan para kafilah, atas nama masyarakat Aceh Tengah.

            Bupati Aceh Tengah juga berharap terjadi silaturrahmi diantara peserta MTQ dan Aceh Tengah akan sangat terbuka bagi peserta MTQ untuk dating kembali ke Dataran Tinggi Gayo.

            Wakil Ketua Koordinator Dewan Hakim Saifuddin dan Sekretaris Dewan Hakim MTQ XXIX Aceh, H Abrar Jim S Ag, kemudian secara berrgiliran membacakan pemenang MTQ di berbagai cabang.

            Pemenang cabang TilawahPutra  golongan anak-anak diraih oleh Anwar dari Kabupaten Nagan Raya. Juara kedua Yusrizal dari Aceh Selatan dan juara tiga Agussalim dari Banda Aceh.

            Tilawah Putri anak-anak , juara satu, Dedek Yari Yolanda dari Aceh Selatan. Juara dua, Silvia Hartanti dari Lhokseumawe, juara tiga Novia Audina dari Sabang. Pemenang Qori remaja putra pertama Syahida Asaluddin dari Kota Langsa, juara kedua, Rusd Kurnia dari Aceh Selatan dan juara tiga Iskandar dari Aceh Barat Daya.

            Pemenang Qoriah (putrid) golongan remaja diraih Zikratun Mahmudah dari Aceh Tengah, juara dua, Rizka Rosalia dari Bireuen. Golongan Dewasa Putra (Qori) dimenangkan oleh Imran dari Pidie Jaya, juara dua, H Muhammad Akhir dari Aceh Selatan, pemenang tiga Ihsan dari Pdie .

            Pemenang satu qoriah dewasa, Nursiah Nurdin dari Banda Aceh, juara dua, Eli Silviani dari Aceh Jaya dan juara tiga adalah Ainus Shafa dari Aceh Timur. Untuk cabang Tartil (Murattil), pemenang pertama, Khiyauddin dari Pidie jaya, juara dua, Norman Khalid dari Pidie dan Zulmi Aziz dari Aceh Timur.

            Muratillah (putri), pemenang pertama, Zahrul Baidah dari Aceh Utara, Wildatun Uhtia dari Pidie dan juara tiga Magfirah M Husin dari Bireuen. Pemenang golongan cacat netra. Juara pertama, Tengku Cut Abdullah dari Banda Aceh. Juara dua, Nurdin dari Bireuen dan juara ketiga, D Iskandar dari Aceh Selatan.

            Qoriah cacat netra, pemenang pertama, Aisyah dari Gayo Lues, juara dua, Nurhayat dari Aceh Timur dan juara tiga Yusmalia dari Aceh Besar. Golongan Qiraat Saba, juara pertama, Fuadi SH dari Aceh Selatan. Juara dua, Anas dari Aceh Tengah dan juara tiga Munandar dari Pidie.

            Golongan Qoriah Saba, juara satu, Rohaya dari Kota Langsa, juara dua, Syabariah dari Aceh Jaya dan juara tiga Nur Misbah dari Aceh Singkil. Golongan Hifzil Qur’an  1 Juz dan tilawah. Juara pertama, Zia Alabrar dari Aceh Singkil, juara kedua Muhammad Iqbal dari Aceh Besar dan juara ketiga Maksalmina dari Kota Banda Aceh.

            Hafizah 1 Juz dan tilawah, juara satu, Mulia Hidawati dari Aceh Tengah, juara dua, Siti Marhamah dari Aceh Selatan dan juara tiga, Raudatul Jannah dari Aceh Utara. Golongan 5 Juz dan Tilawah Putra, juara satu, Zul Afli dari Aceh Besar, juara dua, Syahrizal dari Kota Lhokseumawe dan juara tiga Hamdan Sukri dari Pidie Jaya.

            Hafizah (putrid) 5 Juz, juara pertama Masnaria Dewi dari Aceh Timur, juara kedua, Dasmin dari Aceh Besar dan juara ketiga, Miftah Hasanah dari Aceh Singkil. Golongan 10 Juz Putra, dimenangkan oleh Ferdiansyah dari Banda Aceh, Juara kedua, Miftahul Khairi dari Aceh Singkil dan juara ketiga  M Abrar dari Aceh Jaya.

 Hafizah 10 Juz dimenangkan oleh Siti Jannatun Uswah dari Aceh Timur, juara kedua, Afra Muriza dari Aceh Tengah dan juara ketiga Ninik Anjaswati dari Aceh Utara. Pemenang putra untuk hafiz 20 Juz adalah, Asmin Alhurri dari Aceh Timur, pemenang kedua, Fakhrurrazi dari Aceh Besar dan juara tiga Afdal Mufassir.

            Hafizah 20 Juz dimenangkan oleh Putri Saira Laifa dari Lhokseumawe, juara dua, Hilwah Nura dari Aceh Utara dan juara ketiga Nurul Husna dari Kota Langsa. Pemenang 30 Juz putra, Muammar Nasution dari Aceh Timur, juara kedua Muhammad Ikhwan dari Aceh Besar dan juara ketiga Hermansyah dari Gayo Lues.

            Pemenang MTQ 30 Juz Putri, Rahmati dari Aceh Besar, Yas Fitrianti, sebagai juara kedua dari Aceh Timur dan juara ketiga Riza Wahyuni dari Aceh Utara.Dari Cabang Tafsir  Alqur’an Bahasa Arab Putra. Juara pertama, Efendi Karmila dari Aceh Utara, juara kedua, Srikandi dari Aceh Tengah dan juara ketiga Zulfikri dari Kota Banda Aceh.

            Juara Tafsir Qur’an Bahas Arab Putri, Juara pertama Khairunnisa dari Aceh Timur, juara kedua tidak ada peserta dan juara ketiga Yenni Ratna dari Kota Langsa. Juara golongan Tafsir Bahasa Indonesia Putra, juara satu, Munawwir Darwis, dari Aceh Jaya, juara dua, Hudailul Barri dari Aceh Besar dan juara ketiga Jamaluddin Abdulgani dari Aceh Timur.

            Juara Tafsir Qur’an Bahasa Indonesia putrid. Juara pertama, Zaitun Muzannur dari Kota Banda Aceh, juara kedua, Syamsiah dari Aceh Timur dan juara ketiga Mardiah dari Aceh Besar.

            Juara Golongan Tafsir Berbahasa Inggris. Juara Pertama Putra, Alfian Nikmat dari Aceh Selatan, juara kedua, Muhammad Reza dari Aceh Jaya dan juara ketiga M Yusuf dari Aceh Timur.

            Juara Tafsir Bahasa Inggris Putri, juara satu, Nur Surayya dari Kota Langsa, juara kedua, Yusniar dari Aceh Utara dan juara ketiga Fitriani dari Subussalam. Untuk pememang cabang Fahmil Putra adalah Kabupaten Aceh Tengah. Untuk Cabang Fahmil Putri berasal dari Aceh Besar.

            Juara Golongan Syahril Quran, juara pertama dari Kabupaten Bireuen, juara kedua Kota Langsa dan juara ketiga Aceh Timur. Juara cabang Khattatil Qur’an untuk Buku Naskah, juara pertama, Rizwan dari Pidie, juara kedua, Fauzi dari Aceh Utara dan juara ketiga Syamsuddin dari Aceh Tamiang.

            Juara Khattatah Buku Naskah, juara pertama, Hadiyati dari  Aceh Utara, juara kedua, Fajriani dari Aceh Besar dan juara ketiga Azhna dari Kota Lhokseumawe. Juara untuk Golongan Hiasan Mushaf Putra, juara pertama, Adi Irawan dari Aceh Besar, juara kedua, Islahuddin dari Pidie dan juara ketiga Munadiannur dari Aceh Timur.

            Juara Golongan Hiasan Mushaf putrid. Juara pertama, Zulfitriah dari Pidie, juara kedua, Ira Suryani Maya dari Aceh Utara dan juara ketiga Dewi Asma dari Kota Banda Aceh.

            Juara untuk Golongan Dekorasi Putra, juara pertama, Kadarisman dari Aceh Timur. Juara kedua, Rudianto dari Aceh Utara dan juara ketiga Herman Luthfi dari Aceh Tengah.

            Golongan Dekorasi Putri. Juara Pertama, Wulan Safitri dari Aceh Timur, juara kedua, Yasrawati dari Aceh Utara dan juara ketiga Rahmawati dari Aceh Jaya. Untuk Pemenang Golongan Menulis Kandungan Alqur’an Putra. Juara pertama, Alfakhri Kamal dari Kota Banda Aceh, juara kedua, Syahreza dari Aceh Tamiang dan juara ketiga Muhammad Yusuf dari Lhokseumawe.

Juara Putri Menulis Kandungan Alqur’an, juara pertama Nurhindawati dari Kota Banda Aceh. Juara kedua, Safia Zahara dari Nagan Raya dan juara ketiga Hayatulmanna dari Kota Lhokseumawe.

           

 
Sharif Selasa, 30 Juni 2009 , 12:04:56
Kenapa dari Simelu tidak ada ? Apakah Simelu belum kabupaten ?
anto Selasa, 30 Juni 2009 , 12:04:56
Selamat bagi para pemenang, selamat juga buat DEWAN HAKIM TILAWAH, selepas acara ini moga anda segera membeli rumah baru, mobil baru, dan istri baru. karena DEWAN HAKIM telah sukses memenangkan anak didiknya masing-masing, lucu ya salah baca kok bisa juara... heran. mudah-mudahan sumpah anda segera dibayar kontan oleh Allah SWT di dunia ini, Amin.
Damai Selasa, 30 Juni 2009 , 12:04:56
Apa yang ditulis ANTO sebagai komentar terhadap keberadaan dewan hakim MTQ, pada dasarnya adalah kurang jentelmen, dan bahkan dapat membuat suatu fitnah. Sebab tanpa doa dan harapan Anto agar dewan hakim mendapat balasan dari Allah SWT, dengan sendirinya ucapan sumpah Dewan hakim akan menjadi pesan moral bagi dirinya. Saran saya jika anda punya bukti lengkap silakan surati LPTQ dan cara itu tentu lebih persuasif dibanding dengan apa yang anda tulis. Trima Kasih... semoga kita dapat menghargai karya orang lain.....
Ifanudin Selasa, 30 Juni 2009 , 12:04:56
Selamat untuk Rizka Rosalia sebagai juara 2 Qori-ah Remaja. semoga Allah menjadikan Rizka Qori-ah internasional kebanggaan Aceh dan Indonesia sepanjang masa.
 
(4) Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
     F5T8Z